Tags

, , ,

Lama tidak menulis sesuatu, sekarang coba lagi menulis sesuatu. Tadi seorang teman bertanya “Lagi sensi ya?” dan saya jawab “Bukan sensi, tapi sarkastisnya kumat.” Terkadang ketika segala sesuatunya terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita punya kecenderungan untuk mengeluh, marah, menyalahkan, dan hal-hal lainnya yang berkonotasi negatif.

Saya ambil contoh dari keseharian, bila hari itu sangat-sangat panas. IMHO: Pasti kita akan mengeluh atau mengucapkan kata seperti ini “Aduuuh panasnya hari ini.” Dan, keesokan harinya malah sebaliknya, harinya hujan dari pagi—seperti hari ini di Pontianak. Kita juga mengucapkan kata-kata yang berkonotasi negatif. IMHO lho ya… ;”)

Secara sadar atau tidak, kadang kita sendiri tidak tahu keinginan kita yang sebenarnya pada suatu situasi. Kita kadang tanpa sadar sering mengabaikan sesuatu yang ada dibalik situasi yang sedang kita hadapi pada hari itu.

Jadi! Intinya tulisan ini apa sih?

Mmmph… intinya adalah jika pada suatu waktu kita merasakan sesuatu yang tidak nyaman, misal hari panas atau hujan. Abaikan saja. Kenapa diabaikan? Karena, jika diabaikan dan terbiasa mengabaikan hal-hal yang berkonotasi negatif itu, semuanya—pada akhirnya akan jadi biasa.

Namun, jangan semua-semua diabaikan. Karena ada hal negatif juga dari mengabaikan ini. Contohnya, kita mengabaikan untuk menyapa seseorang yang sebelumnya sering kita sapa. Lambat laun karena sering diabaikan kita akan menjadi terbiasa mengabaikan seseorang tersebut. Lambat laun kita jadi lupa, bahwa kita perlu untuk menjaga komunikasi, saling berhubungan satu sama lain.

Kesibukan akan pekerjaan dapat mengikis kebiasaan bagus untuk saling berkomunikasi. Lama kelamaan jadi sering mengabaikan keinginan untuk sekedar menyapa. Sekedar untuk menulis kalimat singkat dalam SMS atau BBM “Hai, gimana kabarnya?”

Hal-hal sederhana dalam berkomunikasi, dalam menjaga hubungan, jika ia terbiasa diabaikan, akhirnya ia akan menghilang.

Ada negatif tentu ada positif. Contoh: jika kita mendapat suatu pengalaman buruk. Putus dengan pacar misalnya. Kadang kita ingin melupakan semua kenangan dengan si dia, tapi tidak bisa. Sebab, otak kadang berproses secara terbalik. Apa yang berusaha kita lupakan, diangkap oleh otak sebagai suatu memory yang harus dipertahankan karena ia adalah memory yang penting. Jika memang betul ingin melupakan, cobalah untuk mengabaikan semua kenangan dengan si dia. Ciyeee… Sanggup tidak… :”D

Akhirnya silakan dipilah-pilah, mana yang harus diabaikan, mana yang tidak. Jangan pernah mengeluhkan sesuatu. Segala sesuatu yang negatif dalam hati, dalam pikiran akan menjadi sebuah doa buat kita.