Tags

, ,

Aku pernah mencinta.

Pernah pula sendiri.

Aku pernah berjalan ribuan kilo

‘tuk kembali.

Ke sana… sebuah tempat kecil

pelabuhan laraku.


Di mana ku tak pernah dapat

kendalikan diri.

Namun, sekarang…

Ku habiskan waktuku dengan seseorang

Dia yang mewujudkan dirinya.

Memikatku ‘tuk turut bermain

di taman bunganya…

Membuatku jatuh dalam kasih maya.


Semua karena…

Aku masih bernafas…

Di mana mimpi-mimpi

masih iringi malam ku

Dan tiap geraknya menyita

perhatianku…


Dalam tiap tarikan nafasku

terasakan hasratku padanya…

dan kesukaanku semakin mengendap…

Begitu banyak hal yang ingin ku utarakan.

Entah kapan…

Mungkin pada saat yang tepat…

aku akan siap…

Tetapi ku masih menunggu

dan meragu…

Karena ku tak pernah tahu

apakah rasa itu untukku ?


Namun…

Pabila malam dia datang

Ketuk pintu kalbu…

Dia isyaratkan padaku…

‘tuk coba raih mimpuku…

Agar dia tak sedekar berhempus…

Kala malam merajuk…

di lorong-lorong sunyi nan dingin…