Tags

, ,

Menyambung artikel sebelumnya mengenai gaya belajar yang merupakan modalitas dan bagaimana menemukan modalitas yang kita sukai. Mari kita coba bermain-main dengan imajinasi, sambil memvisualkan kias di bawah ini:

Orangtua Anda baru membeli seperangkat alat pemanggang daging. Alat ini terdiri dari 35 bagian yang terpisah-pisah, dilengkapi dengan buku petunjuk setebal 12 halaman yang dapat membantu Anda merangkai alat tersebut. Bagaimana Anda mengatasi hal ini? Apakah yang Anda baca dalam buku tersebut tampaknya kabur dan tidak jelas sampai Anda melihat ilustrasinya dan mulai menyambung bagian-bagiannya? Atau sebaliknya yang terjadi: Anda merasa bingung dengan rangkaian bagian-bagian itu, tetapi setelah Anda membaca instruksinya, semuanya menjadi sangat jelas?

Jika Anda mulai bekerja dengan bagian-bagian tersebut secara fisik, Anda mungkin seorang pelajar kinestetik. Jika dengan membaca ilustrasi menjelaskan berbagai hal bagi Anda, maka kemungkinan besar Anda tergolong pelajar visual. Jika Anda tidak dapat membuatnya dari instruksi ataupun gambarnya, tetapi ketika Anda menelpon tokonya dan seseorang menjelaskan kepada Anda bagaimana merangkainya, semuanya mulai menjadi jelas, maka ini merupakan petunjuk pasti bahwa cara belajar Anda adalah auditorial.

Ada banyak ciri-ciri perilaku lain yang merupakan petunjuk kecenderungan belajar Anda. Ciri-ciri berikut ini akan membantu Anda menyesuaikan dengan modalitas belajar Anda yang terbaik.

Orang-orang Visual

  • Rapi dan teratur
  • Berbicara dengan cepat
  • Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
  • Teliti terhadap detail (rincian)
  • Mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi
  • Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
  • Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar
  • Mengingat dengan asosiasi visual
  • Biasanya tidak terganggu oleh keributan
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan sering kali minta bantuan orang untuk mengulangnya
  • Pembaca cepat dan tekun
  • Lebih suka membaca daripada dibacakan
  • Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang sesuatu masalah atau proyek
  • Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat
  • Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
  • Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak
  • Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
  • Lebih suka seni daripada musik
  • Sering kali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata
  • Kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika mereka ingin memperhatikan

Orang-orang Auditorial

  • Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan buku ketika membaca
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara
  • Merasa kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Biasanya pembicara yang fasih
  • Lebih suka musik daripada seni
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
  • Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

Orang-orang Kinestetik

  • Berbicara dengan perlahan
  • Menanggapi perhatian fisik
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  • Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
  • Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
  • Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktik
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • Banyak menggunakan isyarat tubuh
  • Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu
  • Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
  • Menyukai buku-buku yang berorientasi pada plot—mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • Kemungkinan tulisannya jelek
  • Ingin melakukan segala sesuatu
  • Menyukai permainan yang menyibukkan

Mungkin Anda mengenal seseorang yang berprestasi baik di sekolah menengah atas, namun di perguruan tinggi mulai tertatih-tatih atau bahkan gagal. Hal ini terjadi pada banyak orang, dan kebanyakan di antara mereka tidak mengerti apa yang membuat mereka merasa tidak mampu. Masalahnya mungkin ada ketidakcocokan gaya belajar siswa dengan gaya mengajar gurunya. Gejala ini sangat menonjol pada pergantian dari sekolah lanjutan ke perguruan tinggi karena pengajaran yang diberikan berganti dari sangat visual menjadi sangat auditorial. Karena itu, pelajar-pelajar visual yang paling tinggi persentasenya di kalangan pelajar, tiba-tiba merasa bahwa mereka tidak memahami sebaik dahulu.

Jadi adalah penting mengetahui apa modalitas kita, sehingga apabila suatu perubahan atau peralihan terjadi—dari satu jenjang ke jenjang lainnya, kita dapat membuat suatu penyesuaian. Saya sendiri termasuk orang visual dan sedikit auditorial, dan tertatih-tatih saat di perguruan tinggi. Karena pengalaman tersebut, saya berusaha berbagi pengalaman melalui cerita maupun tulisan kepada anak-anak cerdas dan juara di sekolah tempat saya menjalani tugas. Semoga ada manfaat dan hikmah yang bisa mereka petik dari cerita dan tulisan saya ini. Dan, siapapun yang membaca artikel ini.