Tags

, ,

Howard Gardner pada tahun 1983 yang memimpin “Project Zero Harvard University” mengumumkan perubahan makna kecerdasan dari pemahaman sebelumnya. Dengan teori Multiple Intelligences-nya yang menyita perhatian masyarakat. Karena, awalnya adalah wilayah psikologi, namun kemudian berkembang sampai wilayah edukasi, bahkan telah merambah dunia profesional di perusahaan-perusahaan besar.

Ada 3 (tiga) paradigma mendasar yang diubah Gardner, yaitu:

  1. Kecerdasan Tidak Dibatasi Tes Formal.
    Menurut Gardner, kecerdasan seseorang itu selalu berkembang (dinamis), tidak statis. Kecerdasan dapat dilihat dari kebiasaan seseorang.
  2. Kecerdasan Itu Multidimensi.
    Kecerdasan seseorang dapat dilihat dari banyak dimensi, tidak hanya kecerdasan verbal (berbahasa) atau kecerdasan logika.
  3. Kecerdasan, Proses Discovering Ability.
    Multiple Intelligences punya metode discovering ability, artinya proses menemukan kemampuan seseorang. Metode ini meyakini bahwa setiap orang pasti memiliki kecenderungan jenis kecerdasan tertentu. Kecerdasan lebih dititikberatkan pada proses untuk mencapai kondisi akhir terbaik.

Ada 8 (delapan) kecerdasan menurut Gardner, yaitu:

Kecerdasan Linguistik

Komponen inti: Kepekaan pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata dan bahasa.
— Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, dan berdebat.

Kecerdasan Matematis-Logis

Komponen inti: Kepekaan pada memahami pola-pola logis atau numeris, dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang.
— Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar dan berpikir logis, dan memecahkan masalah.

Kecerdasan Visual-Spasial

Komponen inti: Kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat.
— Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, dan mendesain.

Kecerdasan Musikal

Komponen inti: Kepekaan dan kemampuan menciptakan dan mengapresiasikan irama, pola titik nada dan warna nada, serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musikal.
— Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik.

Kecerdasan Kinestetis

Komponen inti: Kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengolah objek, respon dan refleks.
— Berkaitan dengan kemampuan gerak motorik dan keseimbangan.

Kecerdasan Interpersonal

Komponen inti: Kepekaan mencerna dan merespon secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain.
— Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan sosial yang tinggi, negosiasi, bekerja sama, mempunyai empati yang tinggi.

Kecerdasan Intrapersonal

Komponen inti: Memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri.
— Berkaitan dengan kemampuan mengenali diri sendiri secara mendalam, kemampuan intuitif dan motivasi diri, penyendiri, sensitif terhadap nilai diri dan tujuan hidup.

Kecerdasan Naturalis

Komponen inti: Keahlian membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun non-formal.
— Berkaitan dengan kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklarifikasi, dan identifikasi.

Nah, dari apa yang diutarakan oleh Gardner tersebut, jika seorang yang sering mengalami kesulitan dalam proses belajar mengajar, perlulah kiranya menilik kecerdasannya itu masuk ke dalam kategori yang mana. Atau seorang pendidik juga perlu kiranya menganalisa anak didiknya memiliki kecenderungan kecerdasan yang mana. Sehingga dapat menyesuaikan Gaya Mengajar Guru dengan Gaya Belajar Siswa.

Semoga yang membaca artikel ini bisa mendapatkan manfaat darinya.