Tags

, ,

Lalu, pada sang kala berkataku:

tunggulah di sini, kau yang begitu baik!

Catatlah ini:

 —sebuah kehidupan di atas bumi,

yang tak pernah dihapus masa

 —datanglah ruh dari langit,

bertajuk tunduk pada Illahi.


Tepat di sana!

Dua puluh tahun yang lalu,

Ruh itu datang ke dalam tubuh anak manusia,

Saat sang kala mulai mencatat,

 detik pertama nafas terhembus,

  udara pertama yang terhisap,

   wajah pertama yang terlihat,

tangis pertama yang terngiang.


Tanpa dunia ia datang,

sedang ia sudah bernama.


Kini, pada sang kala dapat ku katakan:

Catatlah ini, kau yang tak pernah lelah!

Ingatkah dia, sang anak manusia …,

Ruh itu adalah titipan,

 —datang dari dunia ruh

  —sebagai ujian …,

Adakah ia seperti adanya dulu?