Tags

, ,

Malam t’lah larut

Namun… mata ini

  —tak kunjung meredup

Dan jam dinding

  —t’lah sekali berdentang.


Pukul satu dini hari

Namun… masih bermain

  —pikiranku

Dengan khayal dan realita

  —antara kesepian dan kesendirian.


Hari-hari yang kulalui

  —begitu monoton

Tiada gelombang

Tiada warna

Selain Hitam dan Putih.


Menjadi sangat menjemukan

Namun… entah mengapa

Daku tetap betah

Betah menyendiri

Diam dan menyepi

Dan tiada kusesali pula.


Walau kadang

  —tebersit hasrat

Ku ingin setangakai Melati

  —hadir menemani

Membuaiku dengan wanginya

Membahagiakanku dengan Putihnya

Namun entah kapan

Hasrat itu akan kuraih

Karna daku terlampau betah

  —dengan garis lurus itu

Betah dalam hitam dan putih itu.