Tags

, ,

Untaian bening embun

Pada kelopak yang berguguran

Meranggas dibakar matahari

Kala kemarau bernyanyi.


Perih mata nanar menatap

Gunung dan bukit telanjang berdiri

Desing angin memburu berdebu

Burung-burung enggan bersenandung.


Bumi merintih menahan sengat mentari

Sungai-sungai mengering

Tiada hijauan membiasi

Desah napas sepenggal-sepenggal

sesak…


Butiran-butiran keringat berjatuhan

Kala lututku bergetar gemetar

Menatap jilatan-jilatan memerah

Melahap paru-paru terakhir bumiku.


Seandainya semua hanya fatamorgana

Seandainya semua hanya mimpi

Yang kan sirna kala ku terjaga

Namun…

semua hanyalah seandainya

Nyatanya…

Pahit itu harus ku kecap.