Tags

,

Kegiatan Ekstra Kurikuler

Kegiatan ekskul (ekstra kurikuler) merupakan kegiatan yang tidak terjadwal dalam mapel (mata pelajaran) dan bersifat bukan intra kurikuler. Oleh sebab itu, yang tercakup dalam kegiatan ekskul adalah kegiatan ko-kurikuler dan kegiatan ekstra kurikuler. Meskipun tidak terjadwal dalam mapel, kegiatan ko-kurikuler mempunyai pengaruh dan mendukung secara langsung terhadap kegiatan intra kurikuler. Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan yang tidak tercantum dalam mapel dan mempunyai pengaruh secara tidak langsung terhadap kegiatan intra kurikuler.

Ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, keduanya mempunyai kontribusi yang berarti bagi kesuksesan peserta didik di sekolah. Dalam kegiatan ini, peserta didik dapat berlatih aneka ragam keterampilan, menyalurkan minat dan hobi, belajar berorganisasi, mengembangkan kemampuan-kemampuan lain dan menyalurkan minat rekreasi serta memupuk kesegaran jasmani mereka.

Dalam kegiatan ini juga, peserta didik dapat melatik keterampilan sosial dan personalnya, di luar tugas penguasaan akademik sehari-hari, sebagaimana tuntutan kegiatan intra kurikulernya. Bahkan, jika ditelisik lebih jauh lagi, peserta didik dapat melatih kepekaan sosialnya, dan berlatih berbagai jenis kompetensi yang tidak dapat diakomodasi oleh kegiatan-kegiatan yang bersifat akademik.

Dalam implementasinya, ragam kegiatan ekstra kurikuler peserta didik tersebut di atas tentu saja bukan hal yang mutlak, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik dan kondisi nyata sekolah.

Lalu apa saja kontribusi kegiatan ekstra kurikuler?

Seperti yang dikemukakan oleh Burrup mengenai kontribusi ekstra kurikuler, seperti:

  1. Kontribusi kegiatan ekstra kurikuler terhadap peserta didik:

    • Memberikan peluang kepada peserta didik untuk menentukan minat dan mengembangkan minat-minat baru (to provide opportunities for the pursuit of established interests and the development of new interest).
    • Mendidik peserta didik untuk bertanggungjawab sebagai warga negara melalui pengalaman dan pemikiran, dengan stressing pada kepemimpinan, partisipasi, kerjasama dan aksi independen (to educate for citizenship through experiences and insight that stress leadership, fellowship, cooperation, and independent action).
    • Mengembangkan spirit dan moral (to develop school spirit and morale).
    • Memberi peluang kepada peserta didik dan remaja untuk memperoleh kepuasan kerja dalam kelompok (to provide opportunities to satisfying the gragorious urge of childrend and youth).
    • Meningkatkan moral dan pengembangan spiritual (to encourage moral and spiritual development).
    • Memperkuat kesehatan mental dan fisik peserta didik (to strengthen the mental and physical health of student).
    • Memberi peluang kepada peserta didik mengenal lingkungan dengan lebih baik (to provide for a well rounded of student).
    • Memperluas pergaulan peserta didik (to widen student contact).
    • Memberikan peluang kepada siswa untuk berlatih mengembangkan kreativitas dan kemampuannya dengan lebih penuh (to provide opportunities for student to exercize their creative capacities more fully).
  2. Kontribusi kegiatan ekstra kurikuler terhadap perbaikan kurukulum:

    • Melengkapi dan memperkaya pengalaman kelas peserta didik (to supplement or enrich classroom experiences).
    • Mengeksplorasi pengalaman-pengalaman belajar baru yang mungkin dapat dipadukan dengan lebih tepat di dalam kurikulum (to explore new learning experiences which may ultimately be incorporated into curriculum).
    • Memberikan peluang kepada peserta didik untuk memanfaatkan bimbingan individual dan kelompok (to provide additional opportunity for individual and group guidance).
    • Memotivasi pengajaran di kelas (to motivate classroom instruction).
  3. Kontribusi kegiatan ekstra kurikuler terhadap keefektifan administrasi sekolah:

    • Meningkatkan keefektifan kerjasama antar siswa, guru-guru, staf administrasi dan supervisi (to foster more effective team work betwen student, faculty, and administrative and supervisory personnel).
    • Untuk lebih mempersatukan berbagai bagian dalam sekolah (to integrate more closely the several divisions of the school).
    • Untuk memberikan sedikit pengetahuan dalam rangka membantu para remaja dalam menggunakan waktu senggangnya (to provide less restricted opportunities designed to assist youth in the worth–while utilixation of their spare time).
    • Memberi peluang yang lebih baik kepada guru agar lebih mengerti kekuatan yang dapat memotivasi para siswa dalam memberikan respon terhadap berbagai situasi problematik yang mereka hadapi (to enable teachers to better understand the forces that motivate pupils to react as the to many of the problematic situation with which they are confronted).
  4. Kontrubusi kegiatan ekstra kurikuler terhadap masyarakat:

    • Meningkatkan hubungan antara sekolah dengan masyarakat dengan cara yang lebih baik (to promote better school and community relation).
    • Mendorong masyarakat agar memberikan perhatian yang lebih besar guna membantu sekolah (to encourage greater community interest in an support of the school).

Sumber:

Modifikasi dan disarikan dari Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Manajemen Kesiswaan (Peserta Didik): Materi Diklat Pembinaan Kompetensi Calon Kepala Sekolah/Kepala Sekolah. Jakarta.