Tags

, ,

Selama menjadi teknisi komputer, saya sering mendapat pertanyaan seperti ini:

  1. AntiVirus yang bagus, apa sih?
  2. AntiVirus yang paling bagus apa sih?

Jawaban saya selalu sama “Relatif, tergantung dari anda sendiri—malas update virus definitionnya tidak.” Karena biarpun anda sudah menggunakan antivirus berbayar, tapi malas mengupdate-nya yaaa sama juga bohong—tak berguna.

Pada dasarnya semua aplikasi (software) antivirus itu bagus, tapi yang menjadi kelemahan setiap programmer yang membuatnya adalah satu dan sama disetiap perusahaan pembuat aplikasi antivirus, yakni: Mereka tidak bisa membuat penangkal virus paling berbahaya di dunia—dan, virus tersebut adalah si pengguna sendiri.

Karena, yang sering terjadi adalah pengguna sendiri yang lalai atau tidak hati-hati. Pasang Flashdisk ke sana – sini, tanpa memperhatikan apakah PC/Laptop yang sedang dia pakai itu terinfeksi atau tidak. Dan, parahnya antivirus di PC/Laptop-nya tidak pernah diupdate, padahal sering dipakai untuk online. Dulu, era tahun 2000-an, waktu lagi ramai-ramainya PC/Laptop user terjangkit Melissa, RedLof, ILOVEYOU—yang menginfeksi file-file office. Lalu Nimda (tahun 2001) dan Code Red juga tahun 2001.

Pernah saya mencoba, file office yang terinfeksi RedLof atau ILOVEYOU, yang saya ubah namanya menjadi “Jangan dibuka! Virus.” Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah user akan tergelitik untuk membukanya. Dan 10 orang pengguna (waktu itu di warnet tempat saya kerja) semuanya membukanya. Sudah jelas judulnya, tetap saja dibuka. Jadi rasa ingin tahu orang bisa mengalahkan software antivirus. Sehingga manusia sebagai pengguna PC/Laptop itu sendirilah virus yang paling berbahaya.