Tags

, , ,

Burung KertasPernah dengar cerita tentang Seribu Burung Kertas? —Jika ada yang belum, begini ceritanya. Di Jepang, ada sebuah mitos tentang seribu burung kertas, mitos ini menyebutkan bahwa “Barang siapa yang bisa merangkai seribu burung kertas, maka apapun yang menjadi doa dan harapannya akan terwujud“. Mitos ini diyakini oleh banyak orang dan salah satunya adalah seorang gadis kecil penderita Leukemia—akibat radiasi bom atom yang jatuh di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, dia bernama Sadako Sasaki.

Ketika mendengar mitos tersebut, Sadako mulai melipat burung-burung kertas dengan harapan penyakitnya sembuh. Tapi seiring berjalannya waktu, Sadako melihat kawan-kawan sedesanya yang menderita penyakit yang sama dengannya meninggal satu per satu. Harapannya untuk sembuhpun sirna. Meski begitu dia tetap melipat burung-burung kertas dengan harapan yang baru, yakni agar tercipta perdamaian dunia supaya tidak ada lagi anak-anak yang menderita sepertinya.

—Belum selesai seribu burung dibuat, dia meninggal. Akhirnya kawan-kawan dan keluarganya membuat burung kertas hingga jumlah 1000 burung itu terpenuhi dan meletakkannya di makan Sadako.

Nah, disetiap waktu saya bertugas mengawasi siswa-siswi yang sekarang ini sedang ujian, saya membuat burung kertas—dan, pesan yang ingin saya sampaikan pada mereka adalah:

Sempurnakanlah usaha agar mendapat hasil yang bagus. Bekerja dengan sedikit bicara—lebih baik daripada banyak bicara. Dan, jadilah lebih pandai dari orang-orang sebelum mereka, serta jadilah lebih jujur dari orang-orang sebelum mereka.

Saya pribadi tidak percaya mitos, tapi saya percaya dengan kemurahan hati Allah sang Pencipta, Yang Maha Pandai, Maha Menjaga dan Memelihara (Hafidz) tidak ada yang tidak bisa dilakukan, tidak ada hal yang sulit. Asalkan tidak mengeluh dan banyak bicara.