Tags

,

Engkaulah buih—serpihan ombak berarak
    dari sanalah Engkau ada—pula tiada
Engkaulah ruh—titipan sang Malik
    dari tanah liat kering
    dengan air diberi bentuk
    oleh angin surga dikeringkan
    dengan api neraka disempurnakan
    terakhir—ditiupkan ruh—mengisi jasad
    terciptalah manusia
Engkaulah Tuhan—dan aku umat
    tetapi jenis yang tersesat
Engkaulah dimensi waktu
    penjara alam jiwa
Engkaulah jati diri
    tapi sebuah topeng
Engkaulah ketidaklengkapan
    pencari kepingan diri—yang tersesat
Engkaulah ketidakmengertian
    penyebab kehampaan—pula ketakpedulian
Engkaulah kerinduan
    yang bertengger di tebing hati
Ingatkan aku,
Hitam-putih hidup
Pada unsur penciptaanku
Karena—ke sanalah aku akan menghilang