Tags

,

Kemarin di depan mereka, dengan nada dingin saya berucap “Saya punya potensi jahat dan potensi baik. Saya juga punya motivasi jahat dan motivasi baik“.

Heheh, sebenarnya itu saya ambil dari tafsir Al-Qur’an. Kembali lagi ke Hati. Semua berpotensi jahat dan berpotensi baik, termotivasi jahat atau termotivasi baik, tergantung Hati-nya.

Sejauh ini terkadang saya masih selalu “bertarung” dengan potensi/motivasi jahat (nafsu) tersebut. Ya, nafsu amarah. Kadang bisa mengalahkannya—lebih sering terseok-seok menghadapinya. Yang paling sering saya lakukan jika saya merasa “panas”, pulang—kemudian tidur. Semakin “panas” maka saya akan tidur lebih lama.

Saya pastikan bahwa saya harus menang, saya tidak mau kalah—meski harus menjadi egois. Saya bertubuh kurus, kalau saya kalah — saya semakin kurus, dan Iblis akan semakin gemuk. My… My… My… No way, man!

Heheh, “Ente yang harus kurus, bukan ane!” ucap saya dalam hati.